Tuesday, June 7, 2011

Maling Paypal

Saya merasa tersinggung ketika salah satu teman saya mengatakan bahwa dia akan mempelajari cara membobol akun paypal. Saya tidak habis pikir kenapa teknik sesat semacam itu diminati begitu banyak orang Indonesia. Dan yang lainnya merasa bangga karena mampu melakukan perbuatan tersebut. TEntunya ini sudah merupakan penyakit tingkat tinggi. Merasa bangga karena mampu menjadi seorang maling yang handal. Dan yang satunya tidak merasa malu mempelajari persoalan pengecut semacam itu.

Kenapa saya bilang mereka pengecut? Haha...tentu ini berhubungan dengan pengalaman pribadi saya. Yah! saya sedang mengalami menjadi seorang korban praktek semacam itu. DAN ITU SUNGGUH TIDAK ENAK!  Saya pikir mereka memang tidak gentleman. Tidak berjiwa "Fighter". Kenapa tidak memilih untuk berbisnis secara pair? Toh, banyak juga peluang bisnis online yang pasti mampu mengalahkan praktek semacam itu. Coba bandingkan berapa penghasilan maling dibanding penghasilan pengusaha sukses?

STOP memikirkan sesuatu yang cemen!
Sesaat setelah saya mengetahui bahwa akun paypal saya di curi oleh pengecut, saya sama sekali tidak berminat untuk mengetahui bagaimana cara mereka membobol akun paypal saya. Saya hanya merasa harus mendapatkan solusi untuk menyelesaikan persoalan ini. Dengan begitu saya yakin, tidak akan ada pengalaman yang percuma. Jika semuanya disikapi dengan pair.

Saat itu, penjualan saya di ebay sedang ramai-ramainya. Karena membutuhkan laptop untuk mengoptimalkan aktifitas dagang saya di ebay, saya bekerja keras untuk mendapatkannya. Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari satu minggu,  saya berhasil menarik (istilah paypalnya, "withdraw") $470 ke akun bank saya. Sekitar 3.9juta. Untuk kebutuhan lainnya, saya menyisakan sekitar $30 di dalam akun paypal saya. Sehari kemudian, salah satu item jualan saya laku. Saya mendapat pembayaran $189 dari seorang buyer yang berasal dari negara Reunion. Karena negara tersebut tidak termasuk ke dalam negara jangkauan jasa pengiriman langganan supplier, maka kami memutuskan untuk mengirimkannya menggunakan jasa pos. Hal tersebut tidak saya sampaikan dalam deskripsi penjualan, oleh karena itu saya harus menkonfirmasikannya kepada buyer. dua hari tidak ada respon. Dan saya memutuskan untuk refund atau mengembalikan uang nya. tetapi saya setengah tidak percaya, tidak seperti biasanya, saya tidak bisa mengakses akun paypal saya!

Saya juga baru ingat mengenai laporan dari dua orang buyer sebelumnya bahwa dia tidak bisa melakukan pembayaran atas item yang ingin dia beli. Saya pikir ada masalah dengan akun ebay saya, tetapi ternyata akun paypal saya yang bermasalah.

Saya berusaha tenang menghadapi kenyataan itu. Saya ulangi proses login, dan ternyata tetap tidak bekerja. akhirnya saya tahu bahwa seseorang yang tidak bertanggung jawab telah menyusupi akun paypal saya dan berusaha untuk menguasai akun paypal saya tersebut. Sebagai manusia biasa, tentu saya sempat merasa panik, ada sekitar $203. Dan di dalamnya, ada uang buyer. Harus saya ganti darimana? sementar saya baru melakukan Withdraw, dan dengan terganggunya akun paypal tentu saya tidak bisa beraktifitas di ebay.

Saya jadi sangat benci kepada banci yang telah memasuki akun paypal saya. Dia tidak tahu bahwa ada banyak harapan yang harus terhambat karena ulahnya tersebut. Saya harus mengumpulkan uang untuk prosesi 'cukuran" anak pertama saya, saya juga sedang berencana untuk membeli motor untuk istri saya, dan saya tidak memiliki lahan lain yang bisa diandalkan untuk mengais rejeki, karena saya hanya seorang guru honorer.

Mereka tidak tahu, dan tidak mau tahu hal-hal semacam itu, bahwa walau bagaimanapun, kejahatan tentu akan menelorkan kejahatan-kejahatan lainnya.

Insyaflah...
dan mari bersaing secara pair....

Thursday, April 28, 2011

God, I want to go back .. but where the road home?

God, I want to write (my) poetry again. Like the days when the sky and the land area lies to me,

when I do not have to ashamed of leaving tonight to go home early ...

when I do not need to fret with the low school test scores ...

and when I'm uncomfortable with the reality of life that is not in line with a conscience ...


Conscience, ah yes ... like the point of water in a lake of the old left

that always surrounded the natural fish

also welcome the clarity of the flow is super quiet ....


I realized, God ... all was not lost.

I only leave for a moment.

and now I have also found,

"Where once I save it?"


o, God ... I want to write (it) again poem

but words like what? I forgot!

millions have been messed ad

and financial needs have been doubted ....

long time after I swallowed the fact that another form

the fact that had often called "bulshit!" me.

and now even I'm comfortable as a loser!


God, I want to go back ..

but where the road home?

Tuesday, February 15, 2011

Lifestyle Choice

Each person may have decided a certain lifestyle choices in her life. Chosen lifestyle would not be separated from the formation of living matter. From lifestyle to the lifestyle of one another, thus arriving at a final decision. Which then becomes the question is when lifestyle is even attacking themselves and tend to create solutions that do not touch the reality of life.

Wednesday, December 15, 2010

Alhamdulillah, Social Assistance Writer It also Liquid

Alhamdulillah, Social Assistance Writer It also Liquid After weeks passed, and I was already almost no longer so wished, that unexpected help finally arrived! Also unexpectedly.
Around October 2010, I was shocked by a letter (love:) from the Center for Book, Ministry of National Education regarding the notification provision of social assistance for the prospective author of enrichment. And it's about my participation in the enrichment of writing contest a year ago. Included in the appendix letter is the letter of employment contracts that have been sealed and I have signed. In addition, there is also a blank receipts, just read the amount of aid to be received as much as Rp 2.000.000, 00. (Two million dollars) by using a pencil. That is the amount to be received by prospective author of enrichment. For textbook writers as much as Rp 4.000.000, 00. I do not know for sure what the basic differentiator is the amount of assistance
Of course, I immediately took all the provisions contained in the letter, including editing the work (then I sent out a collection of poems), I in no time. It was not wrong when I received a letter dated October 10, 2010 while the deadline was October 30, 2010. A very short time to edit a collection of poems that have aged 7 to 1 year.
Deadline, eventually all the filing requirements for social assistance has finished work on, although I was not satisfied with the edits of my poems .... These requirements completed on October 30, 2010. The plan that day will I send to the address listed, but because of my things ready to send it, therefore I call the committee and the results they give about five days to complete these requirements.
November 3, 2010 I submitted all the requirements by using a package delivery service is fairly fast in the delivery process. Fuh ... wrong! Living wait deh! I thought ...
A week passed, two weeks, three weeks, a month .... no confirmation yet from the committee. So I conclude that I may not pass the verification committee because in the letter mentioned that one condition of receiving aid is passed verification papers are sent. Okay so is kalu! never mind ...
Some time later, my embitterment had appeared. I decided to call the committee to ask for their decisions. then they asked me to make the proposal a budget social assistance funds in the proposal must achieve a minimum number of such assistance. Frankly, I'm a bit lazy to do such a thing. So I ignore and once again decided to forget about it ....
time passes, Day Wednesday, December 15, 2010, night, I casually opened a bank account via internet banking. Initially I just wanted to make sure about the functional allowance payments as part time teachers. Hm .. that's when, first time I have seen the number of my bank account balance includes the balance with 7 digits;) it's known, of teachers' salaries are still far from that amount.
Alhamdulillah, finally arrived! Although there is one thing that disturbed me ... I know that no matter how it is in part the result of my hard work in (studying) wrote. The problem, at this time I became very rarely write and of course help that successfully stimulate me to go back to practice writing. Hopefully ...!
For the Government, I am holding up the thumb for this program, hopefully sustainable and able to stimulate other teachers to write ...

Tuesday, September 21, 2010

TAFAKUR

Bagaimana bisa alam dan sejuta keindahan visualnya tertangkap oleh mata sekecil ini?

Bermacam-macam bau-bauan terhirup, tekstur-tekstur yang dikenali kulit, segala bunyi oleh telinga, rasa dan lidah? Pikiran punya siapa ini yang begitu patuh pada setiap indera, dan kemudian hati tempat bersemayam para malaikat yang suci…

Segalanya diluar kemampuanku…

Mencoba menyadari keberadaan tangan, kaki dan jari-jarinya…

Kekokohan tulang yang menopang, daging dan kulit yang kemudian membentuk seni rupa terbaik…

Punya siapa ini? Yang bertanya-tanya terus dan tak juga mengetahui jawabannya…

Lalu terlupa kembali dan mesti kembali beraktifitas…

Ah…daya dari mana ini? Ilmu…oh….siapa yang sedang memberi pengetahuan di depan anak-anak manusia ini?

Lalu bagaimana caranya aku bisa merekam dan kemudian mengungkapkan pengetahuan itu?

Dan daya itu biarlah hanya untuk bersujud kepada-Nya…

Ini dahi, telapak tangan, lutut, ujung jari-jari kaki…

Juga sedikit harta yang entah bagaimana caranya bis asampai kepadaku dan kemudian menjadi sehelai kain sajadah, pakaian, dan peci ini…

September 2010